Arsip

Posts Tagged ‘majusi’

Sahabat Rasulullah SAW, Dalam Ahlussunnah wal Jama’ah

Berbicara tentang sahabat, seakan berenang di lautan kemuliaan yang tak bertepi. Begitu banyak kemuliaan yang tertoreh dalam kehidupan mereka, baik ketika berdampingan dengan Rasulullah saw. maupun setelah beliau wafat.
Keberadaan dan peran mereka di tengah-tengah umat merupakan bukti nyata kegemilangan dakwah Rasulullah s.a.w., yang diutus sebagai Rasul untuk membina umat manusia ke jalan keselamatan. Mereka-lah para pahlawan yang selalu tegar di garda terdepan membela dan menyebarkan agama ini. Melalui tetes keringat dan darah mereka syariat ini abadi. Dan sejarah membuktikan, bahwa ketulusan dan keikhlasan hati mereka mengemban amanah Rasulullah saw itu, menjadikan mereka generasi teladan sepanjang sejarah umat manusia.

Merekalah generasi yang tumbuh langsung di bawah naungan tarbiyah Rasulullah saw. Menyaksikan dan mendengar segala yang berkaitan dengan agama ini langsung dari beliau saw. Karenanya, mereka ibarat menara benderang dalam hal pemahaman akan kebenaran, kelurusan aqidah, kesungguhan ibadah, kemuliaan akhlak dan kesahajaan hidup. Dan semua ini tergores apik dalam tinta emas sajarah peradaban umat. Hingga tidak heran kalau kemudian mereka ditahbis sebagai tonggak penegak kelangsungan ajaran Islam.

Melihat hal tersebut, wajar jika mereka menjadi target makar musuh-musuh agama. Sebab dengan merusak kredibilitas dan persepsi umat tentang mereka, akan lebih mudah mengacaukan manhaj yang benar dalam memahami dan merealisasikan syariat Islam. Berbagai pencemaran nama baik dilakukan firqah-firqah sesat sejak sepeninggal Rasulullah saw hingga saat sekarang ini. Contoh yang paling nyata dalam sejarah, adalah munculnya fitnah Khawarij dan Syiah, yang begitu getol menyudutkan para sahabat. Akan tetapi, beruntunglah para sahabat ra yang mengambil langsung hidayah dari tangan Nabi saw, hingga dengannya mereka sanggup keluar dari fitnah tersebut, bahkan menjelaskan kepada umat sikap dan posisi semestinya menghadapi semua itu.

Terakhir, kami ingatkan, bahwa fitnah dan upaya memecah belah umat Islam melalui jalan merusak ‘adalah para sahabat, tidak pernah berhenti. Dan Rasulullah saw. memberi jalan kepada kita: “Tetapilah sunnahku dan sunnah al-Khulafa ar-Rasyidun al-Mahdiyun setelahku …”. Semoga Allah swt. membimbing kita agar terhindar dari fitnah yang merusak agama.

A.    DEFINISI SAHABAT RASULULLAH SAW.
Secara bahasa: Shahabi merupakan pecahan dari kata as-Shuhbah, yang berarti Mu’asyarah (pergaulan atau persahabatan). Disebutkan dalam kitab “Lisanul Arab”: kata Shaahabahu bermakna ‘asyarahu, (yakni, menemaninya dan bersamanya).

Dan di dalam kamus al-Mishbah al-Munir karya al-Fayumi, disebutkan: Kata as-Shuhbah diarahkan pada orang yang sempat melihat dan duduk (bersama sahabatnya).

Sedangkan secara istilah, shahabi adalah: “Orang yang pernah berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Islam”. Maka termasuk dalam kategori ini semua mukmin yang pernah berjumpa dengan Rasulullah saw. baik dalam waktu lama maupun singkat, meriwayatkan (hadits) dari beliau maupun tidak, turut berperang beserta beliau maupun tidak, dan orang yang tidak melihat beliau disebabkan sesuatu hal seperti buta…”. (Ibnu Hajar dalam kitabnya: al-Ishabah I/6-8) Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Umum Tag:, , ,